BALLA’ GOD SPOT NOT FOR CORUPTION AND GO ENTREPRENEUR MELALUI PENANAMAN EMOSIONAL SPRITUAL QUOTIENT PADA ANAK USIA DINI DAN REMAJA MENUJU GENERASI EMAS 2045







oleh: Hajra Yansa


 PENDAHULUAN
Indonesia adalah negara berpenduduk terpadat nomor empat di dunia, dengan jumlah total populasi sekitar 237.641.326 penduduk, Komposisi etnis di Indonesia amat bervariasi karena negeri ini memiliki ratusan ragam suku dan budaya. Berikut tabel laju penduduk Indonesia dari tahun 1930 sampai 2010. Terlihat sangat jelas bahwa pertumbuhan penduduk Indonesia semakin meningkat (BPS: 2015)

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang terbilang banyak berarti Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat diberdayakan di Indonesia banyak pula. Tetapi dilain pihak SDM Indonesia memiliki penurunan moral mulai dari oknum pemimpin Negara hingga ke rakyat golongan bawah. Dalam Kasus Indonesia, krisis karakter mengakibatkan bangsa Indonesia kehilangan kemampuan untuk mengerahkan potensi manusia guna mencapai cita-cita bersama. Krisis karakter ini seperti penyakit yang akut yang terus melemahkan jiwa bangsa, sehingga Bangsa Indonesia kehilangan kekuatan untuk tumbuh dan berkembang menjadi bangsa yang maju dan bermartabat ditengah-tengah bangsa lain di Dunia.
Krisis Karakter di Indonesia tercermin dalam banyak fenomena sosial ekonomi yang secara umum dampaknya menurunkan kualitas kehidupan masyarakat luas. Kasus yang mencerminkan hilangnya karakter manusia adalah Korupsi. Korupsi adalah salah satu bentuk krisis karakter yang dampaknya sangat buruk bagi bangsa Indonesia. Korupsi menjadi penghambat utama kemajuan ekonomi bangsa dan menjadi sumber dari berkembangnya kemiskinan di Indonesia.
Angka korupsi di Indonesia selama tahun 2012 menjadi perhatian dunia. Indonesia bahkan tergabung dalam 60 besar negara terkorup di dunia versi Transparansi Internasional. Seperti dilansir laman Transparansi Internasional,  Indonesia duduk di peringkat 118 dari daftar peringkat indeks persepsi korupsi 174 negara dunia. Namun jika mengacu poin tiap negara, Indonesia duduk di posisi 56 negara terkorup.
Indeks persepsi korupsi di Indonesia mencapai poin 32. Selama tahun 2012  sejumlah kasus korupsi memang terus muncul ke permukaan. Kasus Hambalang yang menyeret nama mantan Menpora Andi Mallarangeng, kasus Wisma Atlet, dan kasus korupsi pengadaan Al Quran jadi beberapa kasus yang membuat Indonesia duduk di peringkat 118 daftar indeks persepsi korupsi (ROL Republika Online :2013)
Berdasarkan kasus diatas terlihat jelas, banyak pemimpin yang seharusnya melindungi rakyat tetapi mengambil hak rakyat dan masih banyak nama-nama lain yang terus terkuak akan kasus korupsi. Bahkan hal ini merambah pada oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebanyak 30 pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terancam dipecat atau diberhentikan sebagai aparatur negara. Mereka terlibat dalam beberapa tindak pidana korupsi di kabupaten itu (Hidayat, Mohammad: 2015).
Kasus korupsi merambah pada lapisan masyarakat dan banyak masyarakat yang mendefinisikan korupsi dalam artis sempit yaitu mengambil uang Negara saja. Tanpa disadari banyak budaya korupsi yang mulai tumbuh dan menjamur serta akar-akarnya ada dalam bidang pendidikan seperti yang terjadi pada siswa contohnya mencontek saat ulangan, bolos sekolah dan perilaku tidak disiplin lainnya. Hal inilah yang membudaya di Indonesia maka perlunya ada penanganan atau pencegahan dalam bidang pendidikan sejak usia dini bagi anak-anak bangsa maka kami mengusulkan sebuah solusi balla god spot not for coruption  melalui penanaman emosional spritual quotient pada anak usia dini dan remaja  menuju generasi emas 2045. Balla’ god spot not for coruption  akan didirikan di berbagai daerah di Indonesia bahkan diluar negeri untuk menumbuhkan karakter anak bangsa yang bermartabat dan cinta tanah air.
GAGASAN
Korupsi sebagai perwujudan sikap kehilangan jati diri dan karakter yang membawa dampak negatif bagi berbagai aspek seperti ekonomi, sosial dan budaya. Maka perlunya perhatian yang penuh serta pencegahan akar-akar penyebab korupsi. Tanpa disadari perilaku tak manusiawi ini telah membudaya di kalangan remaja. Banyak hal yang dianggap sepeleh tetapi masuk dalam kategori korupsi, misalnya mencontek saat ulangan, bolos sekolah, dan perilaku tidak disiplin lainnya. Sangat sedikit yang menyadari perilaku-perilaku tersebut dapat menimbulkan korupsi dalam rana yang lebih besar lagi. Penyebab utama perilaku korupsi yaitu kurangnya pendidikan karakter bagi kalangan remaja maupun anak usia dini. uuia dini merupakan umur yang tepat untuk mengisi karakter anak-anak bangsa yaitu dengan cara membentuk akar cinta tanah air.
Pembentukan karakter haruslah melalui jalur pendidikan, tetapi sistem pendidikan di Indonesia lebih cenderung pada kecerdasan anak (Intelligence Quotien). Bahkan guru dan orang tua menuntut siswa untuk memiliki nilai yang tinggi atau peringkat kelas tanpa mempertimbangkan keadaan anak. Berdasarkan survei di Amerika Serikat pada 1918 tentang IQ, ditemukan “paradox” membahayakan: sementara skor IQ anak-anak makin tinggi, kecerdasan emosi mereka justru turun. Lebih menghawatirkan lagi, data hasil survei besar-besaran 1970 dan 1980 terhadap para orangtua dan guru menunjukkan,”Anak-anak generasi sekarang lebih sering mengalamai masalah emosi ketimbang generasi terdahulunya. Anak-anak sekarang tumbuh dalam kesepian dan depresi, mudah marah dan lebih sulit diatur, lebih gugup dan cenderung cemas,impulsive dan agresif (Agustian, 2010:6)
Seorang psikolog dari Yale, Robert Stenberg seorang ahli dalam bidang Succesful Intelegensi mengatakan :”Bila IQ yang berkuasa, ini karena kita membiarkannya berbuat demikian. Dan bila kita memberkiannya berkuasa, kita telah memilih penguasa yang buruk” (Agustian, 2010:5). Artinya manusia butuh kecerdasan laiinya yaitu Emotional Spritual Quotient. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Dalam ESQ, kecerdasan spiritual, kemampuan untuk memberi makna spiritual terhadap pemikiran, perilaku, dan kegiatan, serta mampu menyinergikan IQ, EQ dan SQ secara komprehensif. ESQ adalah hubungan antara manusia dan manusia, manusia dengan Tuhan sehingga membentuk Segitiga.
Balla god spot not for coruption merupakan rumah pembinaan atau pembimbingan anak usia dini untuk membentuk karakter dan jati diri melalui penanaman emosional spritual quotient dengan memfungsikan God Spot. God Spot sebagai pusat spiritual yang terletak dibagian depan otak. God Spot sebenarnya dapat dirasakan melalui value lewat suara hati. Sedangkan ESQ model adalah software dari God Spot untuk melakukan Spritual Engineering sekaligus sebagai mekanisme penggabungan tiga kecerdasan manusia EQ, IQ dan SQ dalam satu kesatuan yang integral dan transsendental. Jika ketiga kecerdasan ini mampu dimiliki dan difungsikan oleh anak maka tindak korupsi tidak akan lagi dilakukan.
Balla god spot not for corruption terdiri dari beberapa ruangan yaitu:
1.    Ruangan ESQ adalah ruangan yang didalamnya terdapat konsultan psikolog dan motivator untuk membentuk karakter dan jati diri melalui penanaman ESQ. Anak bebas mencurahkan perasaannya, keluhannya dan masalahnya.
2.    Ruangan Pelatihan, ruangan pelatihan yaitu tempat melakukan tes, untuk mengetahui tingkat kecerdasan anak mengenai ESQ. setelah itu anak mendapatkan berbagai macam materi seputar korupsi, bagaimana dampaknya bagi diri sendiri, masyarakat dan tanah air, serta akar-akar korupsi yang membudaya di kalangan remaja dan anak. Lalu anak dituntut untuk melakukan perilaku yang baik dalam kesehariannya.
3.    Ruangan menulis,  menulis adalah salah satu cara untuk menenangkan pikiran dan tingkat stres anak. Anak dapat menulis bebas mengenai pengalamannya, cita-citanya dan lainnya.
4.    Ruangan Bermain, Anak usia dini akan mendapatkan pelatihan melalui aktivitas bermain yang dikolaborasikan dengan permainan tradisional dan didalam permainan  tersebut terdapat berbagai ajaran-ajaran sosial dan anak berinteraksi sosial dengan temannya sehingga menghilangkan sifat ego dan membentuk emosional quotient pada anak.
Tindak lanjut dari Balla god spot not for corruption adalah orang tua dan guru selalu melaporkan perkembangan anak. Remaja dan anak usia dini yang mengikuti serangkaian pendidikan di balla god spot not for corruption akan mendapatkan sertifikat. Tujuan utama didirikannya tempat ini yaitu membentuk generasi emas 2045. Pendidikan ini akan didirikan pada tiap daerah bahkan berbagai Negara sehingga hubungan regional dapat tercipta serta hubungan global. Adapun langkah untuk mendirikan  balla god spot not for corruption diperlukan dukungan dan kerjasama dengan berbagai pihak seperti:
1.      Dinas Pendidikan Daerah
2.      Dinas Tata Ruang Kota/daerah
3.      Orang Tua anak
4.      Guru di Sekolah
5.      Menteri luar negeri Indonesia
KESIMPULAN
Korupsi merupakan permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia dan sampai saat ini pelakunya semakin meningkat serta dampak yang ditimbulkan akan menjamur pada kemiskinan, kesengsaraan dan jati diri bangsa. Balla god spot not for coruption merupakan upaya pencegahan tindak korupsi melalui rumah pembinaan atau pembimbingan anak usia dini dan remaja dengan cara membentuk karakter dan jati diri. Upaya yang dilakukan yaitu penanaman emosional spritual quotient dengan memfungsikan God Spot untuk membentuk generasi emas 2045.



DAFTAR PUSTAKA
Badan pusat statisitik. 2015. Kependudukan http://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1267. di Akses pada 15 Juni 2015 pukul 22: 58 WITA.
Agustian. Ari Ginanjar. The ESq Way 165 1 Ihsan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Arga Publising: Jakarta
 Hidayat, Mohammad arief. 2015. Tiga Puluh PNS Langkat Terlibat Korupsi Dipecat. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/632619-tiga-puluh-pns-langkat-terlibat-korupsi-dipecat. Di Akses pada 17 Juni 2015 pukul 13: 34 WITA.
Muslimdaily. 2014. Ironis, Peserta Ujian Nasional SMA di Bali Dibekali Kunci Jawaban Sebelum Ujian. http://www.muslimdaily.net/berita/nasional/peserta-ujian-nasional-sma-di-bali-dibekali-kunci-jawaban-sebelum-ujian.html. Di Akses pada 17 Juni 2015 pukul 14: 08 WITA.
ROL Republika Online.2013.Indonesia Ada di Peringkat 56 Negara Terkorup Dunia tahun 2012. http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/01/02/mfz0e9-indonesia-ada-di-peringkat-56-negara-terkorup-dunia-tahun-2012. Di Akses pada 15 Juni 2015 pukul 23: 34 WITA.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nilai Kearifan Lokal Falsafah Masyarakat Tanah Massenrempulu : Penanaman Wawasan Kebangsaan sebagai Langkah Preventif Diskriminasi, Intoleransi dan Kekerasan Ekstrimisme