Postingan

Nilai Kearifan Lokal Falsafah Masyarakat Tanah Massenrempulu : Penanaman Wawasan Kebangsaan sebagai Langkah Preventif Diskriminasi, Intoleransi dan Kekerasan Ekstrimisme

Oleh: Hajra Yansa “ Sipakatuo kamu jo lino Sipakario -rio kamu to padanta pada tau Sipaingaran kamu, kan pada kita to massiunu to tuopa” Kalimat diatas adalah sepenggal petua dari orang terdahulu atau lebih akrabnya disapa to jolota’ dalam bahasa orang Duri, hingga hari ini kalimat tersebut menjadi unsur budaya yang sangat prinsipil dalam kehidupan masyarakat Tanah Massenrempulu. Seiring perkembangan zaman, petua tersebut menjelma menjadi falsafah atau pegangan hidup hingga kini bagi Masyarakat Massenrempulu. Falsafah tersebut ialah Sipakatuo, Sipakario dan Sipaingaran atau disingkat 3 S dan lebih akrab lagi disebut TOBANA ( TO long menolong, BA ntu membantu dan NA ehat- menasehati). Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung pada falsafah 3S diejawantahkan pada kehidupan yang rukun dan damai, peduli terhadap sesama, tolong menolong dan saling mengingatkan. Falsafah dari tanah Massenrempulu ini mengandung nilai-nilai luhur sesuai dengan Pancasila khususnya pada butir ...

BALLA’ GOD SPOT NOT FOR CORUPTION AND GO ENTREPRENEUR MELALUI PENANAMAN EMOSIONAL SPRITUAL QUOTIENT PADA ANAK USIA DINI DAN REMAJA MENUJU GENERASI EMAS 2045

Gambar
oleh: Hajra Yansa   PENDAHULUAN Indonesia adalah negara berpenduduk terpadat nomor empat di dunia, dengan jumlah total populasi sekitar 237.641.326 penduduk, Komposisi etnis di Indonesia amat bervariasi karena negeri ini memiliki ratusan ragam suku dan budaya. Berikut tabel laju penduduk Indonesia dari tahun 1930 sampai 2010. Terlihat sangat jelas bahwa pertumbuhan penduduk Indonesia semakin meningkat (BPS: 2015) Dengan jumlah penduduk Indonesia yang terbilang banyak berarti Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat diberdayakan di Indonesia banyak pula. Tetapi dilain pihak SDM Indonesia memiliki penurunan moral mulai dari oknum pemimpin Negara hingga ke rakyat golongan bawah. Dalam Kasus Indonesia, krisis karakter mengakibatkan bangsa Indonesia kehilangan kemampuan untuk mengerahkan potensi manusia guna mencapai cita-cita bersama. Krisis karakter ini seperti penyakit yang akut yang terus melemahkan jiwa ...